Hari kedua setelah kedatangan kami ke Ende, kami pun dikumpulkan di kantor dinas pendidikan untuk menerima SK penugasan. Hatiku berdetak cepat sekali. SK itu akan menentukan kehidupanku selama setahun mendatang. Satu persatu temanku mulai dipanggil dan dijemput oleh kepala sekolah yang akan membawa mereka ke tempat penugasan masing-masing. Namaku pun akhirnya dipanggil dan aku diberitahu bahwa aku akan bertugas di SMP N 2 Nangapanda di kecamatan Pulau Ende. Tidak lama kemudian seorang laki-laki paruh baya menghampiriku dan memperkenalkan diri sebagai kepala SMP N 2 Nangapanda. Bapak Abdul Karim namanya. Akupun di antar untuk langsung menuju rumah beliau dan beristirahat. ![]() |
| Bapak Abdul Karim dan Ibu Eni |
Keesokan harinya aku diantar menuju tempat penugasanku bersama kedua temanku. Kami menuju sebuah pelabuhan tempat kapal yang akan mengangkut kami menuju Pulau Ende. Sebelum berangkat kami berbelanja bahan makanan terlebih dahulu karena menurut informasi dari Pak Karim ,di tempatku bertugas nanti tidak ada pasar, jadi aku harus pergi ke kota jika ingin berbelanja. Pasar disini terletak persis di pinggir pantai. Dari kejauhan aku melihat sebuah pulau kecil di tengah lautan. Itulah pulau ende.
Pulau Ende adalah sebuah pulau kecil di sebelah selatan
pulau flores. Jika dibandingkan dengan wilayah lain, Pulau Ende boleh dibilang
cukup dekat dengan kota kabupaten. Penduduk pulau ende mayoritas beragama
islam. Untuk menuju kesana, kami harus menyebrangi laut sawu dengan menggunakan
kapal motor. Ada tiga kapal yang beroperasi setiap hari yaitu Al-amin 1,
Al-amin 2, dan Harimau. Biaya yang kami keluarkan terbilang cukup murah. Hanya
tujuh ribu rupiah sekali jalan. Namun, setelah kenaikan BBM ongkos kapal
meningkat menjadi Sembilan ribu rupiah.
| Taxi Laut, transportasi umum dari dan menuju pulau ende. |
Kami segera naik ke salah satu kapal yang akan berangkat. Uniknya, karena pelabuhan disini tidak memiliki dermaga, dari pantai kami harus naik sampan kecil dulu. Setelah itu, kami harus memanjat ke kapal besar yang disebut Taxi. Menaiki sampan harus hari-hati dan sigap. Kita harus berlomba dengan ombak yang cukup besar. Jika salah perhitungan, bisa-bisa kami jatuh dan basah kuyup oleh air laut. Para ABK atau Anak buah kapal yang ada di sana sangat membantu kami. Kamipun berhasil menaiki kapal dengan selamat.
![]() |
| Sampan yang mengantar para penumpang dari pantai ke taxi laut |


good stories, thank you to come and teach in Ende island!
ReplyDelete